Thursday, September 12, 2019

Control Panel Hosting

Control panel hosting
     
     Dibuat untuk menyampaikan informasi/konten pada khalayak ramai secara cepat dan dapat diakses dimanapun melalui internet.sebuah aplikasi yang dapat dijalankan melalui browser, yang berfungsi untuk mengatur hosting, seperti membuat atau mengelola database, menginstal website, membuat email, membuat sub domain atau add on domain, dan banyak fungsi lainnya.

A. Fitur- Fitur pada Control Panel Hosting

  • File Manager

         Bagi pengguna PC berbasis Windows, pasti sangat familiar dengan Windows Explorer. Di dalam cPanel terdapat sebuah fitur File Manager yang mempunyai fungsi menyerupai Windows Explorer. File Manager di dalam cPanel ini dapat dipakai untuk mengelola semua direktori dan file milik Anda. Bandwidth Selanjutnya terdapat fitur bernama Bandwidth. Cara kerja fitur ini adalah untuk mengecek penggunaan Bandwidth dan mencakup berbagai aktivitas, mulai dari FTP, POP dan HTTP. Melalui fitur Bandwidth yang disematkan di dalam cPanel, sekarang Anda dapat lebih mudah mengatur dan mengelola kebutuhan hosting website.

  •  Disk Space Usage.

       Dalam cPanel yang Anda dapatkan dari layanan hosting murah terdapat pula fitur Disk Space Usage. Fitur ini menyediakan cara praktis untuk melihat besaran disk space yang telah dipakai oleh tiap folder. Dengan demikian, Anda dapat memantau secara langsung setiap kapasitas yang masih tersedia dan melihat apa saja yang menyebabkan space database Anda habis.

  • Backups
     Sekalipun penyedia hosting murah Indonesia telah memiliki layanan backup sendiri, namun tidak ada salahnya menggunakan fitur ini. Backups dari cPanel akan memungkinkan membuat semua data Anda menjadi lebih aman. Fitur backup ini dapat diatur sesuai kebutuhan website Anda dengan mudah. Dewaweb cashback 30%.

  •  FTP Accounts 

      Dengan fitur ini Anda dapat membuat akun FTP dan membatasi aktivitas agar hanya dapat download dan upload data dari direktori tertentu. Untuk menggunakan FTP, diperlukan sejumlah aplikasi pihak ketiga, seperti CuteFTP atau FileZilla.

  •  TP Session Control 

Ada pula fitur TP Session Control. Fitur ini dapat difungsikan untuk melihat siapa saja yang tengah login melalui FTP ke dalam situs Anda. Jika orang tersebut tidak melakukan izin untuk mengaksesnya, Anda dapat menghentikannya dengan langkah mudah. 
  •  MySQL Databases

 Sedangkan fitur MySQL Databases memungkinkan Anda untuk membuat database, user, dan mengatur hak akses. Sesuai dengan namanya, layanan ini telah didukung oleh MySQL.
  •  Remote MySQL

 Fitur utama lainnya adalah Remote MySQL. Melalui fitur ini Anda dapat langsung mengakses database tanpa harus login ke dalam cPanel. Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan program pihak ketiga, seperti MySQL, HeidiSQL dan Navicat. Selain penjelasan fitur cPanel diatas, masih banyak sekali fitur lain yang dapat Anda gunakan. Dengan mengetahui fungsi dari fitur-fitur tersebut, Anda yang saat ini tengah menggunakan layanan hosting murah di Indonesia akan semakin optimal dalam mengatur website.

B. Aplikasi Control Panel Hosting berbasis Open source

1. Cpanel

Cpanel Adalah kontrol panel hosting yang berbasis Unix/Linux. Antarmuka grafisnya membantu Anda untuk mengelola website beserta account hosting Anda dengan sangat mudah dan cepat. Cpanel memberi Anda akses penuh atas berbagai elemen pengaturan dari situs web dan administrasi hostingnya melalui web browser misalnya seperti Membuat database, membuat account email, auto responder, dan mengelola file website.

2. Plesk

Plesk adalah control panel hosting yang mirip dengan cPanel. Plesk memungkinkan Anda untuk mengelola account hosting Anda melalui antarmuka berbasis web. Anda dapat menginstall kontrol panel ini didalam VPS atau dedicated server. Plesk juga memungkinkan Anda untuk mengontrol ribuan virtual host dalam satu mesin. Kontrol panel memungkinkan Anda untuk mengotomatisasi banyak tugas yang pada gilirannya mengurangi biaya dan sumber daya. Hal ini juga meningkatkan profitabilitas, efisiensi dan kepuasan pelanggan.
Fitur yang ditawarkan oleh Plesk, yaitu seperti berikut ini:
1. Membuat akun FTP.
2. Mengelola dan membuat akun email dan database seperti MySQL dan PsotgreSQL.
3. Menambahkan domain dan subdomain.
4. Restore dan Backup data.
5. Mengelola DNS dan sumber daya lainnya.

3. ISPConfig

ISPConfig adalah kontrol panel open source multi bahasa yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa server di bawah satu kontrol panel. ISPConfig berlisensi di bawah lisensi BSD. Kontrol panel open source ini juga mampu mengelola FTP, SQL, BIND DNS, database dan virtual server.
Fitur yang disediakan oleh ISPConfig adalah seperti berikut ini:
1. Dapat memanage lebih dari satu server dari satu panel kontrol.
2. Antarmuka web yang memudahkan untuk administrator, reseller dan klien login.
3. Mendukung webserver seperti Apache dan Nginx.
4. Konfigurasi mirroring dan cluster.
5. Mengelola akun email dan FTP.
6. Dan masih banyak lagi

4. Kloxo

Kloxo adalah salah satu kontrol panel website yang terbilang canggih dan disediakan secara gratis untuk distro Redhat dan CentOS. Memiliki fitur seperti FTP, spam filter, PHP, Perl, CGI, dan banyak lagi. Fitur seperti Messaging, Backup restore dan modul Ticketing juga tersedia dalam kontrol panel tersebut. Ini membantu user untuk mengelola/menjalankan kombinasi Apache dengan BIND, dan beralih antarmuka antara program ini tanpa kehilangan data Anda.

5. Zpanel

Zpanel adalah kontrol panel hosting yang disediakan secara gratis dan sangat mudah digunakan pada kontrol panel webhosting kelas enterprise seperti Linux, UNIX, MacOS, dan Microsoft Windows. Zpanel ditulis dalam bahasa PHP murni dan berjalan dengan baik pada Apache, PHP dan MySQL. Muncul dengan serangkaian fitur inti penting untuk menjalankan layanan hosting web Anda. Fitur inti tersebut meliputi Apache Web Server, hMailServer, FileZilla Server, MySQL, PHP, Webalizer, RoundCube, phpMyAdmin, phpSysInfo, FTP Jailing dan masih banyak lagi.

6. Webmin

Webmin merupakan kontrol panel webhosting yang powerfull dan sangat fungsional. Software yang dirancang untuk platform Unix dan Linux dengan cara yang sederhana. Webmin cukup mampu untuk mengelola berbagai komponen lingkungan berbasis web dari pengaturan webserver untuk maintaining FTP dan Email Server.
Fitur yang disediakan pada Webmin, adalah sebagai berikut:
1. Mengkonfigurasi dan membuat server virtual pada Apache.
2. Mengelola, menginstal atau menghapus paket perangkat lunak (RPM format).
3. Untuk keamanan, Anda dapat menyetting fitur firewall.
4. Mengubah pengaturan DNS, alamat IP, konfigurasi routing.
5. Mengelola database, tabel dan field MySQL.

7. EHCP

EHCP (Easy Hosting Control Panel) adalah software kontrol panel gratis untuk menjaga server hosting berbasis web. Dengan penggunaan EHCP Anda dapat mengelola database MySQL, account email, account domain, account FTP dan banyak lagi. Ini adalah satu-satunya control panel yang telah built-in support untuk Nginx dan PHP-FPM yang tidak menggunakan Apache dan memberikan kinerja yang baik untuk server low end.

8. DTC

Domain Technologie Control (DTC) adalah control panel hosting terutama untuk admin dan akuntansi layanan hosting GPL. Dengan bantuan interface web berbasis GUI, DTC dapat mendelegasikan tugas seperti membuat email, account FTP, subdomain, database dan banyak lagi. Ia mengatur database MySQL yang berisi semua informasi hosting.

9. Interworx

Interworx adalah sistem manajemen server Linux dan kontrol panel webhosting. Interworx memiliki seperangkat tool yang memberikan kewenangan administrator untuk memerintah servernya sendiri dan end user dapat melihat atau meninjau hasil pengelolaan website mereka. Kontrol panel ini pada dasarnya dibagi menjadi dua mode operasi, yaitu:
1. Nodeworx, yaitu modus administrator yang membantu mengelolaan server.
2. SiteWorx, yaitu website owner view yang membantu end users untuk mengelola account mereka hosting dan fitur-fitur didalamnya.

10. Ajenti

Ajenti merupakan satu – satunya kontrol panel berbasis open source yang kaya fitur, kuat dan ringan. Kontrol panel yang menyediakan antarmuka web responsif untuk mengelola server kecil set-up dan juga paling cocok untuk Dedicated dan VPS hosting. Muncul dengan banyak built-in plugin untuk mengkonfigurasi dan mengelola perangkat lunak server dan layanan seperti Apache, Nginx, MySQL, FTP, Firewall, File System, Cron, Munin, Samba, Squid dan banyak program lainnya seperti File Manager, Kode Editor untuk developer serta akses Terminal.

Karakteristik Hosting Hosting

Server Hosting Indonesia artinya komputer web server yang digunakan untuk menyimpan data website/datacenter terletak di Indonesia (Jakarta).
  • Cepat jika diakses oleh pengguna internet di Indonesia karena routing/jarak nya pendek.
  • Cocok buat website yang pengunjung utama berasal dari indonesia.
  • Tidak terpengaruh oleh kondisi konektivitas jaringan internasional dari ISP Indonesia yang digunakan pelanggan.
  • Untuk berkirim e-mail ke arah mail server luar negeri seperti Yahoo!, Hotmail, dan Gmail, lebih lambat datang nya dari hosting server USA karena memiliki bandwith internasional yang lebih kecil.
Server Hosting Singapore artinya komputer web server yang digunakan untuk menyimpan data website/datacenter terletak di Singapore.
  • Cepat jika diakses oleh pengguna internet di Indonesia dan Asia Pasifik karena routing/jarak nya pendek.
  • Cocok buat website yang pengunjung utama berasal dari indonesia dan Asia Pasifik.
  • Terpengaruh oleh kondisi konektivitas jaringan internasional dari ISP Indonesia yang digunakan pelanggan.
  • Untuk berkirim e-mail ke arah mail server luar negeri seperti Yahoo!, Hotmail, dan Gmail, relatif lebih cepat datangnya dari pada server Indonesia.
  • Kecepatan akses di Indonesia dan Asia Pasifik relatif cepat namun normal di dunia internasional.
Server Hosting USA artinya komputer web server yang digunakan untuk menyimpan data website/datacenter terletak di USA.
  • Cepat diakses dari seluruh dunia karena pusat server internet dunia ada di USA.
  • Cocok buat website yang pengunjung utama berasal dari dunia internasional.
  • Terpengaruh oleh kondisi konektivitas jaringan internasional dari ISP Indonesia yang digunakan pelanggan.
  • Pengiriman dan penerimaan e-mail cepat/real time sebab routing ke mail server relatif lebih pendek, misal ke Yahoo, Hotmail, Gmail, dan pengguna server berbasis di USA lainnya.

Tuesday, November 13, 2018

Mengkonfigurasi Remote Desktop Protocol Windows Server 2012 dari Windows 7

Assalamualaikum Wr Wb

           Berjumpa lagi bersama saya jaka yang selalu memberikan pencerahan saat anda mengalami kesusahan.Kali ini disini saya akan memberikan Langkah - langkah konfigurasi untuk mengaktifkan Remote Dekstop Protocol dan mengkontrol nya dari windows 7 nantinya.Berikut adalah alat,bahan dan langkah - langkahnya:

Alat dan Bahan :
- Mesin Virtual Windows Server 2012
- Mesin Virtual Windows 7

Langkah - langkah :

1.Pertama-tama masuk setelah log in sebagai Administrator di Windows Server 2012, Masuk ke menu Start lalu klik kanan pada Computer lalu pilih Properties.


2.Setelah mengeklik Properties pilih Remote Settings, Kemudian Klik allow remote connection to this computer Lalu pilih Select User.

3.Setelah mengeklik allow remote connection to this computer maka akan muncul pop up seperti berikut, klik saja OK.

4.Setelah mengeklik Select User, akan muncul tampilan Remote Dekstop Users klik Add .Dan ketikkan nama client yang akan meremote windows server 2012, ketikkan saja Administrator kemudian klik OK.

5.User telah dibuat dapat dilihat hanya administrator.Kemudian klik OK.

    Lalu pilih Apply.

6.Setelah mengeklik OK matikan Firewall terlebih dahulu yang ada di Server dan Client.Dengan cara masuk ke Control panel, lalu pilih Windows firewall, kemudian klik OK.

7.Setelah itu Konfigurasi pada Windows server untuk remote dekstop protocol selesai, Ubah Semua jaringan di mesin virtual windows server dan pada client mesin virtual windows 7 menjadi Jaringan Internal atau Internal Network. Kemudian kita masuk ke Client Windows 7 untuk mengremote dekstop Windows Server 2012.

8.Klik Start lalu untuk lebih gampangnya klik menu search lalu ketikkan remote dekstop connection. Karna disini sudah ada jadi tinggal kita klik saja ya.

9.Lalu akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Ketikkan nama Windows Server yang tadi kita buat. Disini saya menggunakan nama saya dan diselipi kata-kata Server.Kemudian klik Connect.

10.Silahkan tunggu beberapa saat untuk masuk ke tampilan Log in.
Setelah masuk Ketikkan Administrator di kolom yang saya lingkari itu.Kemudian klik OK.

11.Silahkan tunggu beberapa saat lagi.Setelah itu isikan Password yang kalian gunakan pada saat ingin masuk ke Windows Server 2012.

12.Tunggu beberapa saat, untuk masuk ke Windows Server 2012.

13.Maka akan muncul Pop Up untuk Verivikasi terakhir, klik yes.

14. Yap, tampilan log in windows server 2012 sudah terlihat.Kita bisa mengkontrol nya dari Windows 7.


          Sekian materi konfigurasi yang dapat saya berikan kurang lebih nya mohon maaf, Apabila terjadi kesalahan yang terjadi silahkan kalian teliti terlebih dahulu. Tunggu Materi Materi Berikutnya jangan lupa tinggalkan komentar untuk postingan saya

Sekian
Wassalamualaikum Wr Wb.

Tuesday, November 6, 2018

Menkonfigurasi FTP Server Client Anonymous User


Assalamualailkum Wr Wb

    Berjumpa lagi bersama saya jaka yang selalu memberikan pencerahan saat anda kesusahan.Kali ini disini saya akan mengkonfigurasi FTP untuk Anonymous User.Berikut adalah alat,bahan dan langkah-langkah nya adalah

Alat dan Bahan 
-Windows Server 2012 

Langkah-langkahnya:

1.Masuk ke Server manager lalu klik manage lalu pilih Add Roles And Features.

2.Ringkasan sedikit untuk menambahkan feature baru klik Next saja


3.Pilih type instalasi, disini memilih role based instalation karena kita akan menambahkan beberapa role, role service dan fitur lainnya, lalu klik Next.


4.Pilih server yang akan digunakan.Disini kita menggunaka server pool lalu silahkan di cek alamat IP dari server tersebut dan nama server nya, lalu klik Next.


5.Berhubung karena FTP menggunakan Web Server IIS.Maka aktifkan features Web Server IIS, lalu klik 2 kali Web Server(IIS).


6.Lalu akan muncul pop up untuk menambahkan role Web Server(IIS), Klik Add Features


7.Selanjutnya tidak perlu menambahkan features lagi klik Next saja.


8.Berikut adalah beberapa ringkasan tentang Web Server(IIS) versi 8.5.


9.Lalu selanjutnya menambahkan atau klik centang pada role service FTP Server kemudian klik Next.


10.Berikut adalah beberapa ringkasan tentang role dan features yang akan kita install nanti, klik Install.



11.Proses instalasi akan dimulai silahkan tunggu beberapa saat sampai proses instalasi selesai, jika sudah klik close.



12.Lalu selanjutnya masuk ke tab Tools, lalu pilih Internet Information Service(IIS) Manager.



13.Lalu akan muncul tampilan IIS Manager versi 8.


14.Klik dua kali pada server yang sudah kita buat tadi,lalu akan muncul Pop Up sebagai berikut, lalu centang Do not show this massage lalu klik Yes.


15.Setelah mengeklik Yes secara otomatis akan masuk ke web browser/Interner explorer lalu akan muncul pop up seperti berikut lalu Uncentang pada continius to prompt, lalu klik pada tulisan yang berwarna biru.


16.Setelah mengeklik tulisan yang berwarna biru tadi lalu akan muncul kotak dialog Internet explorer klik saja ask me later , karena kita akan menggunakan web browser yang lain.


17. Kembali lagi ke server home lalu pilih FTP Authentication.Ini untuk menjelaskan user yang diberikan user yang diberikan hak akses login nantinya.


18.Disini ada dua grup FTP Authentication yaitu ada anonymous dan basic, Disini kita menggunakan Anonymous Authentication agar semua user dapat mengaksesnya klik Enable





19.Setelah mengeklik enable kembali lagi ke server home pilih FTP Authentication rules








20.Pilih Add  Allow Rule pada Action di sebelah kanan, 

21.kemudian allow access to content pilih All Anonymous Users kemudian permissionnya read dan write diberikan centang.Artinya user dapat meng upload dan mendownload ke ftp nantinya, kemudian klik OK


22.Membuat letak folder yang akan dishere nantinya. Tentukan sendiri nama folder dan letaknya di drive C atau drive D, disini saya menggunakan nama folder yaitu FTP dan berada di drive C.


23.Langkah selanjutnya adalah menambahkan site, klik kanan pada sites kemudian pilih add FTP site, bisa juga pada action diklik add FTP site.


24.Lalu  tambahkan site sesuai dengan nama yang kalian inginkan, lalu letakkan pathnya di folder yang telah kalian buat sebelumnya, lalu klik Next.


25.IP Banding setting arahkan IP pada IP yang digunakan oleh server.Kemudian pilih port ftp menggunakan port default yaitu port 21. Karena kita belum menggunakan SSL maka pilih no ssl, kemudian klik Next


26.Pada settingan authentication dan authorization pilih Anonymous serta permissionnya read dan write. Kemudian klik finish

27.Konfigurasi FTP Sudah selesai, kita coba verifikasi dengan mengklik explore.


28.Setelah mengeklik explore secara otomatis kita akan terarah ke folder FTP yang telah kita buat sebelumnya, lalu setelah itu kita mengcreate folder baru disini saya menggunakan nama "folder tes"



29.Verifikasi berikutnya yaitu dengan mengakses IP Address server.Misalnya  ftp://192.168.100.1 disini kita menggunakan alamat IP dikarenakan DNS server kita belum kita buat,maka panggilan berdasarkan nama tidak bisa.




30.Memverifikasi dengan menggunakan web browser, dengan cara buka web browser lalu ketikkan ftp://192.168.100.1 


31.Verifikasi selanjutnya adalah lewat command prompt atau CMD yaitu dengan mengetikkan ftp 192.168.100.1 masukkan login username anonymous lalu ketikkan password nya yaitu IUSR.(saat mengetikan sandi, sandi tidak akan terlihat ketikkan dengan hati-hati)



Sekian saja konfigurasi dan verifikasi dari Ftp server, kurang lebihnya mohon maaf apabila terjadi sebuah kesalahan berarti kalian tidak mengikuti langkah-langkah diatas. 

Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
sekian Assalamualaikum Wr Wb

Wednesday, October 17, 2018

Konfigurasi DHCP Server untuk dua Client

Assalamualikum Wr Wb 

         Berjumpa lagi bersama saya. Di postingan kali ini saya akan mengkonfigurasi DHCP Server untuk dua client. Berikut adalah alat, bahan beserta langkah langkah konfigurasinya sebagai berikut

Alat dan Bahan 
-Mesin Virtual Windows Server 2012 berbasis GUI

Langkah-Langkahnya:

1. Setelah masuk tampilan Windows Server 2012, klik tombol Windows + R, lalu ketikkan perintah sconfig.

2. Tujuan kita masuk ke sconfig adalah untuk mengubah settingan IP Address pada Windows Server kita. Ketikkan angka 8 untuk maasuk ke menu Network Settings, lalu ketikkan angka 10 untuk memilih index nya. Seperti gambar dibawah ini.

3. Lalu ketikkan angka 1 untuk mengubah alamat IP Address Server, lalu ketikkan huruf S untuk Static IP.

4. Lalu masukkan alamat IP yang sesuai kalian inginkan. Disini saya menggunakan alamat IP 192.168.100.1 lalu Subnet Mask IP nya secara default yaitu 255.255.255.0
kemudian Default Gateway nya saya menggunakan 192.168.0.254.

5.Setelah menekan Enter secara otomatis alamat IP terubah, lalu langkah selanjutnya adalah mengubah nama Server kita disini saya menggunakan nama saya. Ketikkan angka 2, lalu ketikkan nama server yang kalian inginkan disini saya menggunakan  nama saya sendiri.

6. Setelah mengubah nama server secara otomatis kita disuruh untuk merrestart server kita. Setelah merrestart kita masuk ke Server Manager, pilih Manage lalu klik Add Role and Features

7.Setelah menambahkan satu role dan feature akan muncul pop up seperti dibawah ini dimana password administrator harus lebih aman, alamat IP juga sudah disetting, Security Update juga harus sudah selesai terinstal.Klik Next saja

8.Memilih type instalasi maka pilih saja yang pertama atau role-based or feature-based instalation. Lalu klik Next 

9. Memilih diantara dua server, disini kita menggunakan server pool lalu cek IP address yang telah dibuat tadi pada awal konfigurasi tadi. Lalu klik Next

10. Tambahkan role DHCP Server, Klik 2 kali DHCP Server.

11. Setelah itu akan muncul pop up untuk menambahkan adminstration tool untuk DHCP Server. Klik Add Features.

12. Untuk penambahan features lainnya tidak perlu langsung klik Next saja

13. Langkah selanjutnya adalah ringkasan tentang DHCP Server. Klik Next saja

14. Lalu konfirmasi selanjutnya adalah hanya mengeklik install untuk menambahkan fitur DHCP Server 

15. Setelah mengeklik Install proses instalasi akan dimulai, silahkan tunggu beberapa saat setelah selesai lalu klik Close

16. Setelah itu klik gambar ikon bendera pada server manager, lalu klik "Compleate DHCP configuration".

17. Selanjutnya klik "Commit" untuk mendifinisikan DHCP User.

18. Ringkasan terakhir dari konfigurasi DHCP Server,klik Close. 

19. Setelah mengeklik Close, Lalu Restart Server tersebut.

20. Setelah server di Restart secara otomatis server akan kembali Fresh. Masuk ke Server Manager lalu pilih Tools kemudian klik DHCP.

21. Lalu langkah selanjutnya  adalah klik kanan pada IPV4, lalu pilih new scope


22. Lalu akan muncul pop up baru untuk menambahkan Scope baru. Klik Next

23. Buat nama group beserta deskripsinya. Disini saya menggunakan nama saya untuk nama group dan description nya nama kelas saya. Klik Next

24. Mengisikan range IP Address yang akan digunakan untuk client-client DHCP. Disini saya menggunakan start IP dari 192.168.100.2 sampai 192.168.100.50. Kemudian klik Next

25. Selanjutnya adalah menambahkan IP Exclusion atau alamat IP yang tidak akan diberikan oleh server untuk client nantinya. Disini saya menggunakan start IP address dari 192.168.100.2 Sampai 192.168.100.7 lalu Add kemudian klik Next.


26. Memberikan durasi untuk terhubungnya client ke DHCP Server. Disini kita menggunakan durasi default yaitu 8 Hari. Lalu klik Next.

27. Selanjutnya klik "Yes"  untuk memberikan konfigurasi tambahan, klik "No" jika tidak ingin memberikan konfigurasi tambahan.  Disini kita memilih "Yes" karna kita disini akan menambahkan beberapa konfigurasi lagi. Kemudian klik Next

28. Isikan IP Gateway untuk konfigurasi selanjutnya. Disini saya menggunakan 192.168.0.254. Kemudian pilih Add klik Next

29. Kemudian adalah hanya ketikkan Parent Domain yang akan didaftarkan nantinya kemudian klik Next.

30, Langkah selanjutnya adalah menambahkan IP Address wins Server untuk menconvert dengan server name. Disini saya tidak menambahkan IP tersebut. Klik Next

31. Berikut adalah mengaktifkan Scope yang tadi kita buat. Klik Next.

32.Pop Up Terakhir adalah menyatakan selesai nya configurasi scope. Klik Finish 

33.Tampilan scope yang telah dibuat seperti gambar dibawah ini.

34.Pada client pertama disini saya menggunakan Windows 10. Masuk ke Command Prompt lalu Ketikkan perintah ipconfig /release untuk melepaskan IP yang lama.

35. Lalu ketikkan ipconfig /renew untuk mendapatkan IP DHCP yang baru 

36.IP DHCP pada client pertama sudah didapatkan

37.Pada Client kedua disini saya menggunakan Windows 7.

38. Masuk ke menu control panel lalu pilih Local Area Network. Pilih Details lalu IP DHCP sudah diterima otomatis oleh client ke 2.

Cukup sekian materi dari saya, jangan lupa tinggalkan komentar di kolom komentar saya...
Kurang lebihnya mohon maaf 
Assalamualikum Wr.Wb








Control Panel Hosting

Control panel hosting            Dibuat untuk menyampaikan informasi/konten pada khalayak ramai secara cepat dan dapat diakses dimanap...